Pada tanggal 31 Oktober-1 November 2009 telah berlangsung kegiatan Festival Hitotsubashi Ikkyo-sai yang diikuti oleh segenap kru PPIJ Komisariat Hitotsubashi dan didukung penuh oleh teman-teman PPIJ se-Kanto. Pada kegiatan kali ini, tim Indonesia (karena hanya ada satu stand Indonesia) menjual masakan khas yang sangat populer di tanah air yaitu sate ayam dengan bumbu kacang dan nasi pandan (mirip-mirip lontong) plus memperkenalkan teh ala Indonesia serta batik dan kebaya.
Tujuan kesertaan tim Indonesia pada kegiatan ini adalah dua hal: ke luar, adalah soft diplomacy dimana kita mengenalkan kelebihan-kelebihan Indonesia ke hadapan publik Jepang seperti kuliner, keramahtamahan, kekeluargaan, keagamaan, dan nilai ketimuran khas Indonesia lainnya dan; ke dalam, membangun kebersamaan dan jalinan persaudaraan antara sesama mahasiswa. Alhamdulillah kedua hal tersebut bisa dicapai plus bonus keuntungan dagang yang lumayan. Ini namanya rezeki nomplok alias bagai dapat durian runtuh….
Semoga kerja-kerja sederhana seperti ini dapat “membuka dunia untuk Indonesia dan membuka Indonesia untuk dunia”. Semoga teman-teman Hitotsubashi dapat mengikhlaskan selalu setiap kontribusi yang telah diberikan sehingga akan menuai kebaikan di dunia dan akhirat.